ambyar
am byar
a m b y a r
Gue gatau lagi kenapa. Lagi mau hilang dan lenyap dari peradaban, perhaps. Kind of want to take some rests, but doesn’t know where the supported place is.
“Even six months later you call me at 3am, I will answer.”
Evaluate and evolution that have to walk properly. Dear, I want to talk to someone. To someone which is you.
***
I was turning 20!
Biasa aja sih, ga seneng-seneng amat. Ya, setidaknya doa tahun lalu masih dengan sangat baiknya Allah ijabah, semoga berlanjut ke tahun-tahun selanjutnya. Aamiin. Ya, setidaknya lagi gue juga ga perlu nangis bombay macem tahun lalu, sok-sokan ngebalesin ucapan dan angkat telephone dengan nada bahagia padahal matanya sembab parah dan masih sesek karena kabar duka++. Ya, setidaknya ga bohong ke diri sendiri lah tahun ini.
Btw beberapa baris tulisan di atas tanda bintang tiga kali itu sebenernya draft tahun lalu. Sebenernya panjang abiz dah postnya, terus gue baca kok sedih juga ya, akhirnya gue edit sedemikian rupa.
Kangen Mas. Mas literally kakak.
Dear self,
stop asking for any helps
stop questioning about things that won't change
stop saying sorry for things you've never did
Dear self,
be careful with your words
be cheerful above your sadness
be one who matters for everyone
Dear self,
thank to people who still surround you in your thins
accompany people who still hang in there
and,
let all that hurts you,
go.
***
Semenjak omegle banned, gue ga punya tempat curhat yang ena. I mean, stranger omegle ga semuanya mesum kok. Serius. Gue pernah nemuin orang yang sinting, selera humor yang baik, yang wise as asdfghjkl, yang pinter ga ketolong. Ini gue omegle chat ya, bukan video. Omegle video hanya dipake kalo janjian sama orang, because skype is too mainstream.
Q : "Apaan sih lu fu demen banget curhat di omegle"
A : "Gimana dong, cuma di omegle gue kalo salah ditegur dan dikasih solusi. Yang kalo gue curhat panjang lebar ditanggepin, ga perlu mikir ntar ke depannya gimana karena mereka ga kenal gue."
Semenjak omegle banned, gue jadi gampang nangis. Percayalah, se-extrovert-extrovertnya gue; gue ga curhatin semuanya, masih suka haha hehe palsu, yang dipendem masih banyak. Hhh, perlu omegle banget sekarang.
Sebenernya gue lagi pusing, doang.
Doang.
"You expect a lot because you are willing to do that for others. Darling, that isn't how everyone is. Don't live your life thinking that people will be good to you because you're good to them. Don't think that they'll jump from the bridge for you because you'll do that without a second thought. Don't think that makes you overbearing. Don't hate that about yourself. We're fathomless. We feel empty but we still keep on giving and giving. Never lose the will to give love. No matter how much unkindness you suffer. Don't become them. The moment you reciprocate their hatred with hatred, it's over, you're one of them. Breathe, breathe in all the rage, all the hurt and breathe it out. Let it go. It's okay."- carrisatehputri.wordpress.com
Hai wk akhirnya nulis lagi, di sini.
Edyan. Gue lagi agak sinting.
Spending nights with free calls, voice notess, unstopable chats, words, excels, ngedumel sendiri, makan.
Gue lagi keteteran, parah. Agaknya gitu. Belakangan juga jadi fragile banget ampun. Dokter minta gue bener-bener off 3 hari. Gejala typhus, katanya gitu. Akademik gue juga lagi ga mulus. Setelah naninu sama beberapa dosen, berkas ujian gue nyelip, nilai gue turun. Ga ada galau melebihi galau beginian. buat gue, sih.
Well, lupain dulu.
Jadi, beberapa saat lalu gue ikut national strategic meetingnya IAAS di Unbraw, Malang. Seru. Intinya itu sih. Dari berangkat naik kereta, ketemu temen baru, ketemu temen-temen yang selama ini cuma komunikasi lewat chat atau skype, tuker pengalaman, ngomongin IAAS, dan ena-ena. Ini beberapa foto-foto dari sana.
![]() |
| Partnership Board! 7/11 (Rima - Kak Innes - Khansa - Kak Colind - Avi - Afu - Kak Yesi) |
Ada Gath SIL 52 juga wk isinya perkenalan gitu lah ya ah tebak sendiri.
![]() |
| yang ter-membuat-gue-seneng-kapanpun. (Revo - Afu - Egie - Ade) |
![]() |
| SIL 51 (sangat ga komplit) |
Setelah NSM, gue memutuskan ga ikut ke Jogja sama keluarga gue. Ketemu Maul dan Inne. Dua dari sekian orang yang bener-bener walks by my side for almost 8 years. Such a pleasure la sista-sista. Mereka bener-bener ga berubah. Kita juga ngerayain h+3bulan ultah Inne.
Ngebamer. Ini salah satu hal yang sesungguhnya melepas penat gue sekarang. Ngedukung atlet dari tribun, nyanyi-nyanyi sambil nari-nari heboh, janjian nonton, makan malem jam 11. Ya campus life.
![]() |
| Terdaebak lah gila 3d edan bannernya. Makin shayank. |
Even gue ambruk, minggu lalu gue maksain ikut Alumni Gathering. The one and only proker gedenya External. Gue jadi MC sama Mamih, tapi fotonya belum ada yang proper buat dimasukin di blog, jadi nanti-nanti aja la. Sekarang foto sama Externalnya aja.
![]() |
| Bae. |
Oiya gue baru balik dari Jogja beberapa jam lalu. sepupu gue, satu lagi, nikah. Gue jadi penjaga buku tamu sama 2 sepupu gue yang seumuran. Kerjaan gabut, tapi ena. Dua hari di Jogja heals everything banget.
![]() |
| Yang cowo adek gue. Yay gue seketeknya. (Mbak Uut - Afu - Dek Rizky - Dek Mita) |
Besok balik ke Dramaga lagi. Sedih kan? Iya. Doain gue dong biar bener lagi semua-muanya. Bubay.
Oiya, satu lagi. Jangan lupa klik VOTE NOW di welovecities.org/bogor tiap 24 jam sekali dan pake hashtag #WeLoveBogor tiap update. Omat edankeun Bogor lur!
By the age of 19, I got much more pains,
I through pretty a lot of sicknesses.
Things I’ve never be wondered turns to happen.
And even worse, things get much in trouble.
Right now.
By the age of 19, I hurt till I can’t even describe how it was.
I cried until no one can listen to how terrible it was.
But still,
I can be laughed out loud, a sec.
After I sobbed a real hard.
I can be smiled warmer.
After I fell apart.
And, it gets me like how to get myself more prepare to face other breakdowns or stop giving attention to my surroundings, or any other chances for people to get my life in. Now, and on; I'll be giving you all the spaces that we do really need.
I through pretty a lot of sicknesses.
Things I’ve never be wondered turns to happen.
And even worse, things get much in trouble.
Right now.
By the age of 19, I hurt till I can’t even describe how it was.
I cried until no one can listen to how terrible it was.
But still,
I can be laughed out loud, a sec.
After I sobbed a real hard.
I can be smiled warmer.
After I fell apart.
And, it gets me like how to get myself more prepare to face other breakdowns or stop giving attention to my surroundings, or any other chances for people to get my life in. Now, and on; I'll be giving you all the spaces that we do really need.
"Dia bisa kayak gitu karena ngabisin jatah gagalnya lebih dulu dari gue, terserah lo maunya kapan, Fu. Kalau baru segini aja udah ngeluh, mau kayak apa lo dan mereka ntar."
"Gimana kalau semua hal over deadline, Fu?"
"Ya gue take over lah, Bang."
Jangan kamu membicarakan mimpi yang muluk itu, kalau serendah ini kamu tidak bisa.
Jangan kamu membicarakan hal fantastis, kalau selemah ini kamu tidak mampu.
Jangan kamu menyuruh saya (bahkan mereka) untuk mengatur diri, kalau selama ini kamu tidak pernah.
Jangan kamu berjanji manis, kalau sewaktu-waktu kamu limpahkan sebaliknya.
Dan,
jangan pernah kamu menegur kami dengan amarah, sedangkan kamu tidak berlaku semestinya.
Seminggu ini, banyak teguran sampai ke gue karena gue ga pernah marah meledak-ledak meski udah separah ini. Marah gue diem, nangis. Kesel. Kalimat pembuka post ini adalah kutipan wawancara gue sekitar 3 bulan lalu. Dan sekarang kejadian. Jeng jeng. Gimana caranya damai sama keadaan sekarang? Gimana caranya sabar dan ikhlas? Gimana. Seberat-beratnya, selelah-lelahnya, Allah ga pernah menaruh amanah di pundak yang salah kan, ya?
Ketika kau harus menangis, pahamilah isyarat sayang Allah padamu. Allah titipkan beban di pundakmu agar kau belajar.
Ketika kau harus menangis, dengan cara itu Allah hendak membersihkan hatimu lewat muhasabahmu.
Ketika kau harus menangis, kau pun mampu mengenal betapa lemahnya dirimu dan betapa Maha Besarnya Allah.
Ketika kau harus menangis, Allah memintamu untuk kau libatkan dalam setiap langkahmu.
Ketika kau harus menangis, tidak ada yang menyuruhmu untuk menyerah atau mundur, tapi Allah sedang ingin meningkatkan derajat kualitasmu.
Tapi sungguh, di balik tangismu tersimpan kuatmu yang berlapis.
Kerjakan amanah semampumu dan sesuai yang Allah mau. Cukup itu.
Dan, percayalah ketika kau menangis Allah mencintaimu lebih dari yang kau minta.
-adistyafq
***
"Gue kasian deh, dia belum mau ngasih tugasnya ke anak-anaknya. Ujung-ujungnya sakit. Ya mana gue tega, Dit."
"Ah kayak lo engga aja, Fu. Sama siah."
"Lo harus belajar marah, Fu."
"Siapa lagi kalo bukan lo, Fu."
Hidup emang keras, ya?
Kangen omegle, mau curhat di omegle. Hu.







