Muara 1: Muara

Mei 30, 2026

Terima kasih untuk:
Satu yang memilih hadir, tidak dengan lancang; tetapi dengan tenang
Satu yang menjawab tujuh puluh tujuh kesepakatan nan kepercayaan
Satu yang menggenapi, menjadi muara tanpa riuh suara

Kelana yang rasanya sungguh cepat tanpa sebelumnya kami utarakan dengan lekat; nyatanya ada yang memilih mendekat. Mungkin, kami yang memilih dan kuasa-Nya yang percaya dengan tepat. Tiada berat pada tempo yang tidak singkat, hanya gurat khawatir saling bertaut. Ada plot yang kosong, ada tanya yang penuh. Apakah dua garis ini nyata? Apakah diri-Nya benar memanjakan kami dengan kebaikan ini? Serta, jika dihitung, ada seribu "apakah" lain beradu mencuat.

Satu pagi yang kami sambut dengan tangis, yang jika kami lihat ke belakang terasa naif dan tidak adil bagimu. Tatap nanar dengan terduduk, langkah pelan menyusuri sudut-sudut gedung, diskusi dalam isi tempurung kepala yang tidak berhenti menemani di hulu. Masa dimana kami sadar dan memulai belajar bahwa ini semua takdir magis dari-Nya. Pekat dalam ilusi, ketidakmampuan akan takdir menjalaninya.

Dua ratus tujuh puluh satu hari kilat, sekaligus kuat. Kala memilih tiba tanpa jeda, maupun sengsara dan lara. Ia memilih untuk menggenapkan seraya menjadi muara.

Sayang, terima kasih telah menjelma dalam hening dan membagi tiada tepi. Selamat mengarungi periode-periode yang tidak selamanya gemilang. Genggam selalu Ia sebagai pengaduanmu, kami menyertai di dalam kekal cita yang berisik. Kiranya skenario hidupmu disusun pada baik dan manfaat tanpa usik.

You Might Also Like

0 komentar