Maret 26, 2016

Lala

"Gimana kalau semua hal over deadline, Fu?"
"Ya gue take over lah, Bang."


And, it's happened.

Jangan kamu membicarakan mimpi yang muluk itu, kalau serendah ini kamu tidak bisa.
Jangan kamu membicarakan hal fantastis, kalau selemah ini kamu tidak mampu.
Jangan kamu menyuruh saya (bahkan mereka) untuk mengatur diri, kalau selama ini kamu tidak pernah.
Jangan kamu berjanji manis, kalau sewaktu-waktu kamu limpahkan sebaliknya.
Dan,
jangan pernah kamu menegur kami dengan amarah, sedangkan kamu tidak berlaku semestinya.

Seminggu ini, banyak teguran sampai ke gue karena gue ga pernah marah meledak-ledak meski udah separah ini. Marah gue diem, nangis. Kesel. Kalimat pembuka post ini adalah kutipan wawancara gue sekitar 3 bulan lalu. Dan sekarang kejadian. Jeng jeng. Gimana caranya damai sama keadaan sekarang? Gimana caranya sabar dan ikhlas? Gimana. Seberat-beratnya, selelah-lelahnya, Allah ga pernah menaruh amanah di pundak yang salah kan, ya?