November 09, 2015

Kalau Rindu Bisa Apa?

"Afu keliatan sendu di blognya tapi gatau siapa yang digalauin."
Temen baru kenal, tapi tau udah lama.

Tiba-tiba kangen, membuncah dan meluap.
Kalau rindu bisa berdoa, bisa bilang langsung, bisa chat, bisa apa aja. Satu hal yang ga kamu bisa; rusak dia sehingga kangen juga. Hmm s l o w, apa yang di hati belum tentu diucapkan. It's enough. Enough. Enough. Enough to know and to keep in distances.

Miris baca posts di blog setahun ini yang isinya itu lagi dan lagi. Hix. Semacam udah pergi sejauh itu ternyata jalan yang dilalui putar balik. Ujungnya ke tempat yang sama, padahal tempatnya becek; penuh lumpur; licin, padahal harusnya cepetan pergi. Well, ternyata ga bisa dipaksa gitu aja ya..


***


"you were a moment in life that comes and goes
a riddle, a rhyme that no one knows
a change of a heart, a twist of fate
couldn't fix it, it's too late."
Talk - Kodaline






Ih bau, masih pagi.

November 05, 2015

Motivasi

Hey!

Beres UTS lebih dulu dari temen seangkatan is a super good news, rite? Well ini pertama kalinya gue bisa nulis judul lebih dulu daripada contentnya, padahal ada 100+ posts di blog ini.

Ih bau

Ih bala

Ih kuda

Kok bisa?

Ya bisa.

Jadi ceritanya gue baru beres UTS. UTS pertama di departemen dengan jadwal yang a s i k. Jam 8 pagi tiap harinya, meanwhile di TPB jam 1 siang. Terus gue merasakan krisis motivasi selama ujian. Gue ga belajar, ga latihan soal, ga tidur malem, ga nanya-nanya temen, ga heboh kayak ujian biasanya. Ya ikutan euforianya aja, dikit. Hanya mengandalkan catatan gue di kelas yang sebenernya juga.......... ga lengkap.

Krisis motivasi itu apa? Apa sama dengan krisis percaya diri?

Beti, beda-tipis. Gue menganggapnya demikian. Gue cuma beralasan kalau materi ini seru, maka gue harus pelajarin. Dan satu-satunya alasan gue bertahan karena orang tua. Iya, gue niat kuliah buat masa depan tapi saat itu hilang diterpa puting beliung kayanya. Eh, ga lucu. Kenapa ya sering demikian? Karena semakin ke sini, gue semakin sadar kalau "hasil tidak mengkhianati usaha" tidak selalu berlaku untuk semua orang dan kesempatan apapun. Yea, hard work will never betray when you are such a kind person, has no limit, ikhlas, and do it properly. No limit dan ikhlas saat lu ga sadar berapa dan betapa naik-turunnya lu ngelaluin itu sehingga ga ngeluh terus. Lah gue? Dikasih tugas, over deadline, lalu ngeluh. Cih. Do it properly saat ga ngehalalin semua cara. Ga usah dijelasin kelanjutannya, kan? Baru nyadar, tiga hal itu ga bisa dipisah. Sebab banyak orang yang berkata demikian, tapi ujungnya mempertanyakan hasil. UUH; Ujung-Ujungnya Hasil. Hidiw jayuz. Tapi.. hasil kuliah adalah bukti pertanggung jawaban sih. Tapi ga asli, cuma nyata karena jalan yang ditempuh beda. Beda. Pokoknya usaha-berdoa-usaha-berdoa... baru hasil.

Semakin sering gue pulang ke rumah, bekal motivasi gue akan lebih banyak. Seneng ngeliat orang rumah. Terus ntar ngaca, "udah ngasih apa?". Gue jadi inget..

"Saat lo ada di titik terendah lo, saat itu diri lo ada di minus 0. Kelilingi diri lo sama orang-orang yang lo sayang, yang bener-bener bantu lo buat balik lagi."

Dan saat-saat yang begini yang bikin males jadi semangat lagi. Karena secapek-capeknya gue ada orang yang lebih capek; ortu, ada orang yang lebih kerja keras; ortu. Balik ke ortu pokoknya a-pa-pun, yang jadi alert ngelakuin a-z buat gue adalah ortu. Eh, agama terus ortu. Gue emang studi sesuai keinginan dan kemampuan gue, tapi siapa yang ada dibaliknya? Ortu lagi. Elah melow.

Jadi, coba esensi motivasinya dicari lagi. Esensi motivasi kuliah lebih tepatnya wakwaw. Esensinya ya. E - SEN - SI. Karena enough, motivasi itu akan kembali ke diri sendiri ujungnya. Biar ntar ga cuma jadi ampas karena hidup bukan berisi wish-lists dan quotes doang.

Yha.

November 01, 2015

Bau

Kamu,
mungkin lupa
dan kini jengah
dengan ucap bau milik saya

Saya,
penuh luka
atas lengah
dan tingkah tanduk kamu

Bosan janji dengan ingkar
bagai dua belah tiga
pesan hati kini pudar
kamu jua telah tega

Sayang, saya tidak akan kembali
sejatuh daun kepada tanah
dan angin kepada awan
saya tidak ingin kembali

Lantas hati
selalu mengerti
kemana ia bersandar;
bukan bertandang.



                                   (a.d. 2015)