Maret 31, 2015

Need some comas

"Gabisa gini terus."

Kalau hanya kamu yang ingin dimengerti, kalau hanya ego yang terus dibesarkan, kalau hanya kamu yang bisa memberi argumen. Terus hilang. It's not the end if you never feel like you're found. Sayangnya, saya yang mulai kehilangan itu. Dan. Dan kamu tidak berusaha menghidupkannya kembali. Kamu percaya saya dengan utuh semudah itu, tetapi saya terlanjur larut.

***

"Kamu kemana?"

Kalau bukan saya yang bertanya, hal ini tidak pernah terucap kan? Seringkali pudar bahkan hilang kalau tidak diingatkan. Sayangnya, saya tidak bisa diam selama itu. Saya tahu kalau ini selalu jadi hal yang paling bermasalah. Dengan semua sikap introvert kamu, dan extrovert saya; maka semakin sulit untuk memaksakan semua kondisinya. Bukannya semua nampak sia-sia nantinya? Bukannya kamu juga lelah -bahkan lebih lelah daripada saya. And the last, it's not about the person who let you go; it's all about the person who can stop you after all of the breakdowns.



Maret 28, 2015

Break a leg!

Akhirnya benteng yang telah dibuat runtuh jua
Entah siapa yang berani melawan egonya
Atau mungkinkah dirinya yang terlalu lemah
Dan, tak peduli seberapa jauh telah ditata
Tanpa sungkan merapikan dirinya kembali


HE-
HE-
HE.


Lagi perlu bersandar, istirahat sejenak mungkin? Ya gitu pokonya. Lagi kurang baik. Kalau ditanya kenapa meninggalkan secepat itu, karena it ain't worth to wait for too long. Gue terlalu takut untuk menerima, terlalu banyak yang harus gue singkirkan di pikiran semakin lama waktu yang diusahakan. Kalau ditanya lagi bukankah selama ini hal itu yang ditunggu, jawabnya iya. Masih. Sama. Kok. I don't know how to express well. Ya. Lagi perlu sendiri aja.


***


I will destroy you in beautiful possible ways, so when I leave; you will understand why storms are named after people