Desember 29, 2015

If

"It's better left unsaid"

Ada beberapa hal yang bikin gue mikir lagi, ngapain lo bilang, ngapain, ngapain, ngapain. Udah capek sama omongan ini-itu karena nyatanya ga ada. Emang kadang beneran ye beneran ga usah tau apa-apa dibandingkan ujungnya sakit. Ga sakit sih, tapi lebih baik ga tau. Even itu yang jujurnya. Kenapa sih jadi orang jujur amat, ga bisa rahasia-rahasiaan dulu:(
Yeh bala, hari ini mau uprak padahal. Tapi kepikiran. Tapi.. udahlah ya.

"Kalau aja bisa, gue maunya lo aja. Kalo aja boleh ya, lo pasti sanggup kan? Maunya lo aja. Ah kesel. Grrr"
Bubar. Hujan. Deres. Dah pergi.


***


"And if you think that I'm still holdin' on to somethin'
you should go and love yourself"
- Love Yourself, Justin Bieber

Desember 19, 2015

Night Thought

"Fu, I beg you" - temen.

Gue gatau harus berapa kali bilang gue lagi bingung dan ragu saat ini. Gatau. Capek, tapi gabisa lepas. Kesel, tapi gabisa jauh. Fasenya lagi super-duper berat. Sampe abis dulu kali air matanya.

"Coba lu bayangin semua orang mikir gitu." - temen.

"Fu, lo jan kebiasaan maksain. Lo juga punya hak buat bilang engga." - temen.

Ga ada yang lebih sweet dari chat semua orang yang ngedukung lo. Dan, ga ada yang lebih menenangkan dibanding kepercayaaan yang orang lain kasih buat lo, ngusahain semuanya buat lo tetep stay. Ga ada.



It's a risk when you always try to be a strong one,
no one offer a hand when you fall.




Desember 17, 2015

Bingung

"Aduh gimana ya gue bingung."

Basi, tiap hari ngomong gini ke beberapa temen. Iya, lagi bingung. Banget. Sampe nangis-nangis bombay. Tapi sliw, sekarang satu persatu kelar wikwiw.

Udah Desember lagi, nyaris setahun selesai (lagi). Gue udah ngapain aja tahun ini yaAllah berasa bala banget he-he terus nyesek gitu aja. Jadi, belakangan ini gue sedang melakukan observasi kepada diri sendiri tentang kelayakan gue memegang amanah. Iyakah gue sanggup? Atau cuma ingin? Engga, amanah itu bukan tentang kepercayaan diri sendiri atau bahkan kepercayaan orang lain, tapi lebih ke... takdir. Sekarang, tahun kedua nyaris separuhnya usai dan gue masih basi banget kayak di awal. Lagi super males untuk pegang banyak na-ni-nu tapi pengen:')

Dah.

Btw, beberapa hari lalu gue chatan sama temen gue. Ya, biasa lah topik super basi yang diomongin anak-anak tanggung. Terus tiba-tiba dia ngechat:

"hati lo emg beku bener fu kayak daging kaleng kalo masalah cinta ye"

Jeng. Jeng.
Dasar amal jariah barokah. Tapi dipikir-pikir bener juga. Di saat temen-temen gue ngomongin pacar yang a, b, c, d, z gue ena-ena mikirin konsep acara, laprak, uang kas, dan tetep slow mau diledekin gimana aja. Kalian cuma ga tau aja, guys:) wkwk

Udah ah, bye. Mau UAS, mau belajar biar sorir. Ga lah, bohong.

Desember 06, 2015

Desember sayang,

It almost 12 months passed by,
where are we, actually?
when we don't belong into
something
we really appreciate.


***


Desember datang,
dengan kenang
yang waktu tak lekang
dan hati tak kekang

Mungkin, kau telah hilang
terhempas oleh ilalang
hingga tak tersisa bayang
di penghujung gersang

Duhai sayang,
jangan mengusutkan benang
sebab rasa bukan layang
melainkan kasih terang

Kini benderang,
sumpah yang kita pegang
dengan janji panjang
tak lagi berdentang



                                                (a.d. 2015)


November 09, 2015

Kalau Rindu Bisa Apa?

"Afu keliatan sendu di blognya tapi gatau siapa yang digalauin."
Temen baru kenal, tapi tau udah lama.

Tiba-tiba kangen, membuncah dan meluap.
Kalau rindu bisa berdoa, bisa bilang langsung, bisa chat, bisa apa aja. Satu hal yang ga kamu bisa; rusak dia sehingga kangen juga. Hmm s l o w, apa yang di hati belum tentu diucapkan. It's enough. Enough. Enough. Enough to know and to keep in distances.

Miris baca posts di blog setahun ini yang isinya itu lagi dan lagi. Hix. Semacam udah pergi sejauh itu ternyata jalan yang dilalui putar balik. Ujungnya ke tempat yang sama, padahal tempatnya becek; penuh lumpur; licin, padahal harusnya cepetan pergi. Well, ternyata ga bisa dipaksa gitu aja ya..


***


"you were a moment in life that comes and goes
a riddle, a rhyme that no one knows
a change of a heart, a twist of fate
couldn't fix it, it's too late."
Talk - Kodaline






Ih bau, masih pagi.

November 05, 2015

Motivasi

Hey!

Beres UTS lebih dulu dari temen seangkatan is a super good news, rite? Well ini pertama kalinya gue bisa nulis judul lebih dulu daripada contentnya, padahal ada 100+ posts di blog ini.

Ih bau

Ih bala

Ih kuda

Kok bisa?

Ya bisa.

Jadi ceritanya gue baru beres UTS. UTS pertama di departemen dengan jadwal yang a s i k. Jam 8 pagi tiap harinya, meanwhile di TPB jam 1 siang. Terus gue merasakan krisis motivasi selama ujian. Gue ga belajar, ga latihan soal, ga tidur malem, ga nanya-nanya temen, ga heboh kayak ujian biasanya. Ya ikutan euforianya aja, dikit. Hanya mengandalkan catatan gue di kelas yang sebenernya juga.......... ga lengkap.

Krisis motivasi itu apa? Apa sama dengan krisis percaya diri?

Beti, beda-tipis. Gue menganggapnya demikian. Gue cuma beralasan kalau materi ini seru, maka gue harus pelajarin. Dan satu-satunya alasan gue bertahan karena orang tua. Iya, gue niat kuliah buat masa depan tapi saat itu hilang diterpa puting beliung kayanya. Eh, ga lucu. Kenapa ya sering demikian? Karena semakin ke sini, gue semakin sadar kalau "hasil tidak mengkhianati usaha" tidak selalu berlaku untuk semua orang dan kesempatan apapun. Yea, hard work will never betray when you are such a kind person, has no limit, ikhlas, and do it properly. No limit dan ikhlas saat lu ga sadar berapa dan betapa naik-turunnya lu ngelaluin itu sehingga ga ngeluh terus. Lah gue? Dikasih tugas, over deadline, lalu ngeluh. Cih. Do it properly saat ga ngehalalin semua cara. Ga usah dijelasin kelanjutannya, kan? Baru nyadar, tiga hal itu ga bisa dipisah. Sebab banyak orang yang berkata demikian, tapi ujungnya mempertanyakan hasil. UUH; Ujung-Ujungnya Hasil. Hidiw jayuz. Tapi.. hasil kuliah adalah bukti pertanggung jawaban sih. Tapi ga asli, cuma nyata karena jalan yang ditempuh beda. Beda. Pokoknya usaha-berdoa-usaha-berdoa... baru hasil.

Semakin sering gue pulang ke rumah, bekal motivasi gue akan lebih banyak. Seneng ngeliat orang rumah. Terus ntar ngaca, "udah ngasih apa?". Gue jadi inget..

"Saat lo ada di titik terendah lo, saat itu diri lo ada di minus 0. Kelilingi diri lo sama orang-orang yang lo sayang, yang bener-bener bantu lo buat balik lagi."

Dan saat-saat yang begini yang bikin males jadi semangat lagi. Karena secapek-capeknya gue ada orang yang lebih capek; ortu, ada orang yang lebih kerja keras; ortu. Balik ke ortu pokoknya a-pa-pun, yang jadi alert ngelakuin a-z buat gue adalah ortu. Eh, agama terus ortu. Gue emang studi sesuai keinginan dan kemampuan gue, tapi siapa yang ada dibaliknya? Ortu lagi. Elah melow.

Jadi, coba esensi motivasinya dicari lagi. Esensi motivasi kuliah lebih tepatnya wakwaw. Esensinya ya. E - SEN - SI. Karena enough, motivasi itu akan kembali ke diri sendiri ujungnya. Biar ntar ga cuma jadi ampas karena hidup bukan berisi wish-lists dan quotes doang.

Yha.

November 01, 2015

Bau

Kamu,
mungkin lupa
dan kini jengah
dengan ucap bau milik saya

Saya,
penuh luka
atas lengah
dan tingkah tanduk kamu

Bosan janji dengan ingkar
bagai dua belah tiga
pesan hati kini pudar
kamu jua telah tega

Sayang, saya tidak akan kembali
sejatuh daun kepada tanah
dan angin kepada awan
saya tidak ingin kembali

Lantas hati
selalu mengerti
kemana ia bersandar;
bukan bertandang.



                                   (a.d. 2015)

Oktober 28, 2015

Kemana Aja?

Hey blog!

Udah lama bgtbgtbgt ga ngepost terus mau ngepost pasti m a g e r. Kemana fu ga ngepost? Sedang banyak kegiatan selama awal semester ini, jauh sebelum semester ini dimulai sebenernya. Ada beberapa yang udah gue jelasin di post sebelumnya. Setelah itu, ada The 7th IAAS Olympic, MUMS, PONDASI, BEM MUDA, Lebah Ganteng dan sebagai-sebagainya yang menguras tenaga..... dan hati.

Iya, lelah.

But it kinda sweet finishing them all in a row.

Setelah hampir 2 bulan menjalani Pra PONDASI sampai PONDASI (nama MPD gue) dari ngerjain buku tugas pake pop up jembatan yang maha terkenal karena susahnya khan-maend terus dapet anggota keluarga (AK) dan PAK (penanggung jawabnya) yang asik, sampai sidak demi sidak di malam hari. Akhirnya PONDASI beres. Yha berapa kali nangis? ratusan. Sampe gatau lagi yha. Yha. Selamat datang, kehidupan departemen yang amajing etagojing!

- Kak Kartika. Semlehoy menang juga lumpurnya sebadan.
(Belakang : Hilmi - Ricky
Tengah : Afu - Egie - Fini - Zahra - Rama - Bang Arman
Depan : Jusri)
Abis PONDASI ada The 7th IAAS Olympic. Jadi apa aku? Jadi angdiv acara. YaAllah kalau ngejelasin beratnya melalui masa-masa ini beratus-ratus halaman juga ga muat. Ea. Kepanitiaan ter-c i h u y. Dari Maret-Oktober.. jangan tanya lagi akh berapa keringet dan air mata yang jatuh. Yang penting acaranya sukses! Ntab.

Barang siapa menemukan gue dimana, kalau cewe dijadikan saudara, kalau cowo jadi..
H+2 The 7th IAAS Olympic ada MUMS (Inagurasi Departemen). Jadi apa aku? Sekretaris. Sendirian ajha kayak status. Jangan tanya juga gimana kerasnya masa-masa ini HAHA soalnya persiapan MUMS barengan sama The 7th IAAS Olympic. BPH gabut jir berdosa gue meninggalkan rapat-rapat ini he he maabkeun.

Rizka (Queen Diamond) - Ridho (Joker) - Afu (Queen Heart)
BPH CA51NO
BEM MUDA ini dari pas bulan September-an hmm jadi apa? Jadi staff Komunikasi-Informasi. Tau sendiri lah kerjaannya apa. BEM Muda ini magang BEM fakultas yang azig dan zeru abiz. Etapi gue gabut-but-but-parah.

- Joglam. Salah satu proker Kominfo BEM MUDA
(Imam - Afu - Dini - Jeje)
Lebah Ganteng ini adalah calon ketua BEM Fakultas (yang sudah terpilih). Hue gue menjadi salah satu orang yang dipercaya buat bantu pasangan ini maju jadi ketua-wakil ketua. Nama timnya Serdadu Lebah. Lagi dan lagi, gue gabut tidak memberikan kontribusi yang banyaq seperti yang lain. Tapi.... bondingnya t o p.

s e m l e h o y
(Kak Ajeng - Kak Sasa - Acan - Afu - Naw - Kak Cia - Kak Pia)
Bahasa gue makin aneh kan? Iya, tau. Terus ada apa lagi? Ada laporan dan tugas-tugas yang membuat gue:
1. nomaden
2. tidak mandi pagi
3. tidak tidur
4. tidak makan
5. tidak bohong
yaAllah udah kayak orang gila ga? Iya. Know that every hard work will be paid off. Lagi UTS nic, doain ya sayang-sayangQu. Hua. Babhay! Nih bonus foto terakhir.

Salam olahraga!
(Abaikan orang gila di belakang)

***

"Emang sih idealnya nyaman. Tapi sayangnya, this is life. We don't get to pick ideal situation. Sometimes we need to settle with what we have and deal with it." - Somebody.

September 25, 2015

Ye

Penat.
Lu tau harus keluar dari zona ini, ketika lu jalan mulai keluar.. magnetnya kuat banget. Akhirnya narik lu kembali ke zona itu. Iya, intinya sih ga bisa keluar dari apa yang udah ngebentuk diri lu dari awal.

Bosan.
Lu capek sama semua keluhan dari diri lu, tapi ketika lu ga mengeluh (let me correct; mengungkapkan) orang-orang ga ngerti, salah arti, dan runyam.

Iya.. semua orang lagi capek.
c a p e k
Coba ngertiin aja, senyumin aja.

Kesal.
Kenapa cengeng sih, fu?
Kenapa ngeluh terus, fu?
Kuliahnya gimana, fu?




"Lo harus tata diri lo lagi, fu. Kantong mata lo makin besar, muka lo makin ga keurus; muka bantal. Lo harus tau diri fu. Lo harus istirahat dan perbaiki pola tidur lo." - teman.




I am fine. As you see.




Biar dinding kostan, chat line, dan tumpukan data-data ini menjadi saksi. Yha. Karena pada akhirnya.. ga ada orang yang bisa dipercaya sekuat kepada diri sendiri dan Allah. Ga ada. Biar dua kaki dan dua tangan yang terus bergerak, biar badan ini yang tetep tegak, biar leher ini yang terus mendongak, biar mulut ini yang terus terbahak, dan biar hati ini yang terus bergejolak. Harus tetap seperti surat Al Ikhlas, tidak ada kata ikhlas di dalamnya.




---------------------------------------------------------------------------------------------Until being strong is my only choice.

September 09, 2015

Third Semester in a Week

Hey!

Masih baik-baik aja ko seminggu ini. Udah mulai dihujani dengan tugas-tugas dan laporan, recently ga kerasa udah tiga tugas aja dikumpulin. Sejauh ini gue seneng banget hidup di departemen. Temennya lebih seru, makanan di kantin enyak jg tbh. Pelajarannya juga ya.. emang gue senengin jadi seru-seru aja, in spite of dosen dewa yang ngomongnya 0,0000001 dB dan 0,0000001 Hz terus mau tidur ga bisa, mau minum ga bisa, mau makan permen ga bisa, dan mau ngobrol ga bisa. Matkul favorit masih Ilmu Ukur Tanah so far. Kenapa? Karena praktikumnya jalan-jalan, aspraknya baik (gatau ngasih nilainya baik apa engga), dosennya seru parah udah kaya peta berjalan hafal wilayah-wilayah seIndonesia. Gokz. Beliau harusnya jadi traveller di My Trip My Adventure. Ea. Matkul terbau adalah Mekanika Bahan. Nays banget kalo duduk di belakang ga akan denger apa-apa, ketawa-ketawa doang sama temen di sebelah. Tapi kalo duduk di depan.. beuh berasa ngelive sama Bapaknya, materinya seru macem fisika lah (padahal emang fisika), dan seketika ambis.

Apakah departemen capek? Iya. Pantes aja kan semua orang lebih milih TPB dibanding departemen. Iyalah.. empat praktikum, baru semester tiga. Oh iya kelas praktikum gue kan ada dua, nah di salah dua praktikum tersebut gue kebagian di kelas yang cuma delapan cewe, dua puluh lima cowo. How nays. Karakteristik tiap anak juga mulai keliatan gitu deh, mana yang rajin, mana yang doyan tidur, mana yang doyan nanya, mana yang doyan ngetawain orang, mana yang doyan ngomongin orang di depannya langsung. Temen gue emang ga ada yang bener semua, beda sama gue. Tapi secuek-cueknya mereka, kalo ditagih bayaran nurut-nurut aja kan gue jadi seneng. Ya, gue terkutuk jadi bendahara sejak interdept TPB lalu.

Cerita lain dari minggu ini adalah IPB's Awarding Night. Jadi tanggal 5 kemarin gue ada tiga acara ngahahahahahaha satu di departemen, satu acara UKM, satu acara kepanitiaan. Dalam sehari. Cha-peq. Malemnya baru pulang jam setengah dua, dan besoknya dateng jam sepuluhan bolak-balik GWW-CCR. H-1 acara gue drop sedrop-dropnya bahkan tidur di kelas praktikum gamtek, dihajar dengan pulang malem jadi makin drop kan. Besoknya gue hajar lagi, gamau dirasain, sugestiin diri kalo ga sakit dan Alhamdulillah kuat sampe akhir. Bener-bener dari yang jadi LO sampe multimedia sampe backstage person sampe gila. Ya lu rasain aja kepanitiaan enam bulan, dari yang tadinya ga kenal siapa-siapa di divisi lu terus jadi gelo bareng, yang tadinya mau cabut aja dari kepanitiaan jadi nyaman kalo ngumpul. Seru sih ketemu kakak tingkat yang mulutnya ga ada rem buat ngomongin orang dari petinggi sampe peserta. Mana di divisi acara cuma berlima anak yang seangkatan sama gue, sisanya 16 orang lagi titisan cungur barokah lebih tua. Huihi senenkk.

Calon suami?

Unfortunately, ga komplit

Accidentally ketemu senior SMA

You must be boring to hear that I am happy with my activities at campus. Padahal gue juga sedih belum pulang dari akhir Agustus sampai hari ini. Kuliah pagi-sore, rapat, balik kostan mepet jam malam, bangun tengah malem, tidur lagi subuh. Iya, harus biasain gitu biar kualitas hidup gue ningkat jadi ga sampah-sampah amat wakakak biarin aja dibilang "sok sibuk" kit-ati sih saat usaha lo dibilang demikian sama segelintir orang yang ga ngerti apa-apa about what behind and how start it tapi biarin, bodo amat, yang ngerasain capeknya, paitnya, senengnya, manisnya, euforianya kan gue (dan yang sepenanggungan) doanq. Kalo mereka bilang demikian, mungkin iri? Doain aja semangatnya ga cuma karena semester baru.

Bye!



***

What should be asked anymore? A loving family at home, caring friends at campus, great partners at each event I took is more than enough. And I told you when you left me, there is nothing to forgive. Cause what surrounds me now, amaze me more than you can do.

Agustus 28, 2015

Four Days to The 3rd Semester

Oy!

Mungkin beberapa minggu ke depan gue ga ngeblog.

How's life? Messy. Gue lagi bingung ngatur waktu, terus gue nangis. Gue bingung ngerjain tugas mana dulu, terus gue nangis. Gue kangen orang, terus gue nangis. Lemah ya? Minggu terberat ini, biasanya sih gue begini karena hari kuliah kan jadi mabok. Lah ini? Lagi libur. Minggu terakhir libur semester lagi. Iya, gue lagi ngurus acara. Ga satu doanq. Sialnya, beberapa acara ini hadir pada tanggal yang sama. Ini bukan pertama kali sih, tapi gue gatau sanggup apa engga ntar pas mepet-mepet hari H, H-7 btw ya. Semester tiga gue ntar kayak apa.

Oh iya, gue mau cerita separo. Kemarin kan gue dapet artikel bagus dari hipwee.com (kalau gasalah), terus gue baca dan..
"Kita bertemu dalam doa saja, ya?" 
Terus.. ah udahlah skip. Buat kamu, kamu, atau siapa kek yang bilang gue jutek lah galak lah idealis lah engga gitu loh sebenernya. Ya gue lagi coba ga manja sama diri sendiri, ga maafin apa-apa yang gue lakuin padahal salah. Ya gue emang sekeras itu sama diri sendiri. Gamau bego karena sayang-sayangan padahal masih jauh. Enough. Gue mau gini dulu, mau ngeprioritasin apa yang udah ada di hidup gue dulu.

Udah ah babay!

WELCOME MY 3RD SEMESTER

Can we date better than ever?

Agustus 18, 2015

OWN


I feel the end is drawing near
I vex and start to care
I relax and hide the fear
I'm out of the box and keep standing here

In the time I'd never come in mind
In the place I'd never imagine

Dear dreams,
I put you as my priority
From now to then

And I put you as my futurity
From o to ten

Isn't this a sweet journey, is?


                                                                                                  (a.d. (2015

KRS War

Mihiw ini pertama kalinya gue ngisi KRS (Kartu Rencana Studi). Gue bukan maba, tapi emang kampus gue yang begini. Dan.. Alhamdulillah selesai setelah 31 menit web tersebut dibuka. Gercep yha. Terlalu semangat sih. Gue cuma gagal ngisi sekali, tapi abis itu sabar banget nunggunya dan kelar. Terus riya ke temen-temen gue yang belum ngisi wakakak. Selanjutnya gue ngebantuin temen-temen gue juga sih HAHA seru juga tjoy.

Gue gatau sih mau ngapain selain curhat KRS barusan hmm pokoknya jadwalnya gue pilih seenak mungkin, hari seninnya gue bisa berangkat  dari rumah dan jumatnya pulang cepet. Iya, gue emang begitu orangnya. Males di kostan sendirian kecuali gue ada urusan. Nih jadwalqu. Bismillah ya semoga ga aneh-aneh semester tiga, apapun yang gue mau terwujud.


Gue juga gatau matkul macem apa itu, tapi semangat banget ko buat beberapa matkul wakwaw. Sisanya gue ngebayangin kantong mata gue ntar jadi begimana dan pulang jam berapa gue ke kostan. Heu. Sedihnya lagi ada kelas yang diadain ga di fakultas gue sendiri.

Penasaran parah sama kehidupan semester tiga gue.

Agustus 15, 2015

Masa Penjajakan Favorit

Halaw! Udah selama itu ga nulis di sini hahaha mau cerita tentang my super team! Know each other for less than a month, but all of the truths are unfolded.

Aliansi Lima Techno-F 2015!
Istana Bogor

Ada dua puluh orang ditambah dua guider, dua healer, dan satu eveks. Gue mau cerita dari awal banget, so grab foods kalau engga tutup aja tab blog ini. Gue tau ada di Aliansi 5 Masa Pengenalan Fakultas itu akhir-akhir TPB. Zonknya gue kembali sekelompok sama Fika & Mia. Muak ga tuh? Udah di IAAS barengan mulu, MPF sealiansi. Boong atuh, gue seneng banget  dan membayangkan jadi apa itu aliansi:(

Kumpul perdana aliansi itu pas abis Let's Gath Reds 1 (kind of kumpul fakultas) gue cuma kenal lima orang doang.. terus sempet kumpul 2x setelah LGR 1 dan sebelum LGR 2. Sedih aja ya aliansi gue diem semua waktu itu.. cuma ngobrol sama Mia Fika terus:(

Sampai akhirnya kita bener-bener mepet dikejar deadline tugas aliansi awal Agustus, tapi mau gerak juga susah karena semua orang belum di Bogor kan. Baru pas tanggal 3 kita kumpul lagi, tanpa guider waktu itu. Fyi, guider itu pembimbing aliansi yang harus ada di setiap kumpul aliansi sebenernya tapi waktu itu izin kenapa teh lupa. Mulai dah tuh keluar sikapnya satu-satu, mulai rame, syenankk. Besoknya kumpul lagi dan ada guider wkwk terus aneh gitu pokonya, canggung. Besoknya kumpul lagi, lagi, lagi, tiap hari pokonya sampe Hari H. Yang tadinya males kumpul jadi seneng gegara rame.
  
Berhubung tugasnya banyak dan lama ngerjainnya, pas hari ketiga tuh udah mulai error semua orang-orangnya sampe pada bego dan terbentuklah Bego Family! Sekalinya laper langsung bego, udah kenyang juga tetep bego. Ini orang-orangnya!

1. Faqih : Komandan aliansi, temen sejurusan dan seper-Bogor-an. Jago semua bela diri. Nyebelin karena dia selalu dateng paling telat, tapi minta paling awal.
2. Fahrizam : Ahlinya memotong, rapi pokonya. Gue kira pendiem. Tersangka penjual baso boraks. Pasangannya Luri.
3. Eka : Maskulin tapi feminist. Gitu deh pokonya. Foto memenya di time zone. Makasih dulu ke Eka yang sudah membantuku menguak semuanya. Ea.
4. Luri : Preman pensiun karena logat Sundanya ketara banget ditambah cadel. Jailnya nauzubillah. Pasangannya Fahrizam.
5. Abe : Nama aslinya Aryo. Suka comment, paling sengklek kalo udah bego. Pasangannya Adi.
6. Adi : Namanya dari Sabang sampe Merauke saking panjangnya. Suka gatau diri. Pasangannya Abe.
7. Yeni : Kelewat rajin. Gila gangerti lagi sama rajinnya. Tapi pernah ilang demi nonton CAK:(
8. Windy : Teliti dan sabar bangetbanget, tapi kalo dibully enak HAHA
9. Fadly : Temen sekelas ini sih. Makasih dulu ke Fadly yang selalu nyempetin dateng dan rela bolak-balik di tengah hecticnya jadi panitia MPKMB.
10. Maja : Jago nyanyi kayanya karena dia temennya temen gue yang jago nyanyi wkwk.
11. Mia : is hunting for new guy from aliansi sebelah.
12. Sharla : Sangat polos dan lucu. Jelmaan gue masa kecil yang ndut dan putih.
13. Bagus : Temen cuba. Cuba. Cuba. Ga pernah ikut kegiatan MPF yang seru karena panahan.
14. Adis : Suruh diem aja udah lucu ya dis lu mah. Rajinnya juga ga ketolong lagi.
15. Isnan : Diem-diem manja. Ga mau kena panas:( Diem-diem pacarannya udah bertahun-tahun.
16. Fika : Temen curhat. Berangkat bareng, pulang bareng, cari makan bareng. Bateng squad.
17. Candra : Temen sekontrakannya temen gue. Tiba-tiba nanyain temen (cewe) gue, terus gajadi. Tiba-tiba suka ngebully gue.
18. Desy : Pendiem parah. Suaranya khand maend choy ntap nged.
19. Endro : Temen sejurusan, seper-Klaten-an juga. Pendiem tapi tiba-tiba bilang gue cabe.
20. Afu : Baik, rajin menabung, solehah, lucu.

Seneng pokoknya sealiansi sama mereka! Dari jaim sampe gatau diri kayak sekarang, tapi tetep aja sih depan orang lain mah jaim. Baru kenal langsung curhat-curhatan, ngeledekkinnya juga ga nanggung yha. Jugaaa mau bilang makasih banyak ke duo guider; Kak Riana dan Kak Abdul! yang tabah dipanggil adek, yang sabar kalo ngelawaknya garing, yang rela dititipin ini itu, direpotin segala macem, nginfoin a-z, dan semua-muanya. N T A B. Tambah duet healer (medis); Kak Ariva dan Kak Wicak juga Eveks (Evaluasi Eksklusif) terchayank; Kak Elida.. yang diem aja jarang ngomong kayak Eveks lain he he.

Sedih karena kemarin MPF hari terakhir, acara bareng anak-anak lintas jurusan terakhir kan. Jangan lupa sama gue ya, kalian! Sukses di departemennya! Maafin gue yang cerewet, galak, nyebelin, kalo bersin dan ketawa suka ga kontrol, dan kekurangan lainnya. Kalo ketemu janji harus sapa-sapa, ga sombong! Reuniannya ditunggu!

Ini beberapa foto kita!

Foto aliansi edisi lebaran. Ga denq, buat tugas.
Temen cubaqu di manapun. H1.
Selfie terchachad karena silau parah. H2.
Selfie terfavorid. H3.
Foto aliansi terakhir. Sedih.
Bye-bye Techno-F!


"Coming together is a beginning. Keeping together is progress. Working together is success."
- Henry Ford

Juli 13, 2015

Temen Cuba

Hula!
Bosen banget sebenernya, gue lagi ngejar deadline. Parah ini smp molor 2 hari, yaAllah maaf. He. Suntuk gegara harus bikin ini, ikhlas ko ngerjainnya.. ya tapi bosen aja wk apasih gua.

Ini aja mau kasih tau dunia tentang temen cuba, bukan cungur barokah tapi cubanged. Lucu banged... guenya. Lu mah engga pud. Ini orangnya...


Siapa dia? Hmm sebenernya dia request trs suka ngechat maksa2 gue buat ngepost tentang dia di blog, padahal udah gue describe di ask.fm. Emg suka gitu orangnya. *put poop on line sticon*.
Badai cibubur ini gilak bgt. Awal kenalnya dari semester satu pas matrikulasi. Kita ga seSMA kayak yg orang2 kira, ga sekelas, ga sekamar asrama, ga selorong, tapi seasrama ko di A2. Dia lorong 3, kamar 176 gue di lorong 4 kamar 180 wkwk ga penting sih. Kenalnya gegara pas gue main sama Zahra diajakkin ke kamar dia terus kenalan pake jabat tangan. Itu jabat tangannya dibold, italic, underline deh biar jelas. Geleuh. Nah itu kan bulan puasa, taunya gue sm nih anak ga puasanya bareng jadi kita makan siangnya bareng terus deh. Inget banget gue pertama kali dia ngechat gue “afuuuy” trs “eh typo gpp deh biar ucuk” trs gue mikir jih akrab. Gue jg gangerti kenapa jadi curhat2 sm anak ini. Mungkin krn ultah kita deketan selisih 4 hari doang? Atau karena golongan darah kita sama? Ea. Gue lupa awalnya gimana wkwk trs dia selalu jadi orang nomer 1 di ipb yang gue kasih tau kalo gue kenapa2. Misal “pud masa ya..” gt kalo ga “pud tadi gue abis fudul..” ya gt2 deh. Ga ngasih tau apapa deng ya? Wk. Dia udah kayak tong sampahnya gue saking gue cerita sampah aja ditanggepin sm dia hahahahahahahaha canda eaq. Oh ya, kalo lu laper ke dia deh. Why? Karena makanan dia banyak dan suka ga abis. Jadi enaq dec. Pas gue di asrama dulu, Pudhik bahkan lebih tau gue drpd temen sekamar gue HAHA hina, jahat bgt gue sama temen sekamar yaq yg dikasih tau orang mana dulu. Dia doyan bgt selfie smp selama gue tpb, bestfriend di snapchat gue yg nomer 1nya dia gegara dikit2 selfie. Yha.

Cerita lucu aja nih. Gue inget banget waktu itu kan gue otw ke IPB karena macet gue diturunin suruh naik angkot sama bokap gue. Iya, jahat. Udah gitu panas bgt ya tolong, trs gue chatan sm dia tuh di angkot yang panasnya innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Lagi chatan tiba2 dia telephone.. lah rada2 kan. Terus gue ketawa2 dengerin dia curhat lagi kesel sama Ata (temen sekamar dia). Dia selalu lawak tiap berantem sm temen sekamarnya ini. Tiap minggu setelah gue pulang, gue kek psikolog dengerin mereka ngadu ke gue. Skip. Nah telephonean tuh lama, tiba2 dia bilang “Fu baca chat gue buru” sikentut udah tau lg telephone ngapain juga ngechat segala. Terus pas gue buka chatnya dia ngirim foto Ata. Gangerti lagi. Dia juga baru2 ini ngechat gue malem2 “masi bgn ga?” gue lg nugas kan di rumah, trs dia tiba2 telephone gini “Fu, sebenernya gue telephone karena gue takut nyetir sendiri, temenin dulu yak sampe temen gue dateng” hanjir. Suka gatau diri. Pas temennya dateng “udah ya, temen gue dah dtg nih bhay” sambil ketawa2. Kurang setia gimana lagi gue pud? Satu lagi cerita pas gue masih di asrama, kan waktu itu gue ada radiv jadi blm ketemu dia tuh dr minggu lalunya gegara gue ke Jogja. Trs gue nanya sesuatu yg dia ceritain pas gue di Jogja. Abis itu dia ngechat gue “Fu, tp lu jgn marah sm gue sumpah ini bukan salah gue ko. Fu janji dulu ga marah sm gue sumpah Fu ih maaf” trs dia sejuta kali yha ngechat gt kan gue kesel krn lg radiv. Gue bilang kan gue ga marah, slow, ya gt2 pokonya tp dia ttp ga cerita. Trs gue telephone pdhl lg radiv HAHA dan dia ttp ga cerita yaudah gue matiin dan gue bete sm dia wk kan biasanya kl gue pulang ke asrama gue ke kamar dia nah waktu itu engga, dia nyamperin ke kamar gue trs bilang yg “Fu lu jgn marah” gt2 lg smp akhirnya cerita. Ketebak sih cerita apa.. bener aja gapenting zir. Gilak, udah emosi yha itu mana lg capek2nya untung chayankz.

Alo pudhik! Jgn sombong eaq ntar pas di gfm, sapa2 kalo ketemu gue, chatan trs ya tiap hari pdhl gapenting jg sih hahahaha gamau tau, harus sukses brg! Bilang2 aja kalo knp2, q selalu sedia 24 jam. Kan lu tau, gue setia wkwk udah gt jgn galau2 lagi yubz kan dah ada yg baru pud (yg kenapa sih sama lg kek w). Kalo bisa kita adain lunch cantik di hari tertentu tiap minggunya, ga usah muluk2 di sapta aja cukup hahahaha atau agricinta atau salsabila deh boyeh. Oiya kalo makan diabisin ya, mandi 2x sehari, semoga ntar lu jadi alim kayak gue, makin jago di dunia fotografi & editingnya, makin rajin (atau kerajinan), semoga jago nyebrang jugak. Satu lagi, semoga kita sembuh dari alergi pagi/malam pokonya alergi yg tiba2 dateng kek Ditunggu pulang brgnya ya pud! Kasih foto deh yaq.


Setelah setahun kenal foto pertama kita berdua pas farewell party asrama. Ccd.
(Maafin itu tangan gue abis makan belum cuci tangan diajak foto. Iyuwh curhat.)

Ini bukti betapa sering snapchatan (1)
Sebenernya ga lari sore ko, cuma keliling IPB.


Foto berdua terakhir pas ultah Pudhik. Dia minta foto berdua.
Ga usah liatin pipi gue.


Gausah liatin pipi gue atau jidat Pudhik.
Pud nyadar ga, ini foto pertama kita berdua? Sweet ya gue?


 ***


You catch me, when I fall
You tell me, when I’m wrong
You hold me, when tears go down
You listen to me for unnecessary things
The best part is.. you just knew me, not for years

Dear Pudhik, who always scold at me when I remember about what I did yesterday, who always care about me more than anybody else at campus. Stay there ya, to know what my ups and downs are and I promise that I always walk beside you. Cause we both know that we’re not friend in needs. For sure. I hope that universe always go with us to unfold every good things that God has prepared for us. No, I won’t to meet you three years from now as successful one without put each of us on our stories, I want that each of us become the reason of our stories and keep going together through the thicks and thins of college life.


***


Udah sweet belum pud? Gue tau lu pasti senyam-senyum sendiri baca ini. Tau bgt. Udah ah ntar gue anti jodoh, ntar kita dikira lg bt. Lubyu.

Juli 08, 2015

Putri Petir

Tinggal di Negeri Awan tidak melulu membawa kabar baik. Bertemu dengan putri lain membuat ia bahagia? Tidak. Selama ini, ia diperolok hanya karena dirinya selalu dianggap marah ketika Putri Air harus turun ke bumi bergiliran. Padahal tidak, ia tidak pernah marah sekalipun. Ia melindungi dan mengawasi yang lain, termasuk Putri Air hingga ia selalu lupa dirinya sendiri. Atau melupakan dirinya sendiri? Entahlah. Sadarkah mereka bahwa Putri Petir tidak hanya menemani Putri Air saat ingin singgah ke bumi? Tentu tidak. Putri Petir selama ini biasa bekerja sendiri, menghapus sisa-sisa tangis malam karena olokan putri lain. Tetapi di luar sana, sungguh banyak yang mencintai Putri Petir dengan semua sikapnya.

Putri Petir hingga kini terus dibayangi oleh kedua orang tuanya. Ia tidak pernah diizinkan pergi di siang hari yang terik, ia hanya menemani Putri Air yang singgah ke bumi saat malam hari. Omelan tiada henti harus diterima jikalau ia datang di siang hari yang terik. Ratusan, ribuan, bahkan mungkin tak terhingga oleh hitungan pertanyaan mengapa membumbung di kepalanya hingga terkadang ia kembali menangis sendiri. Kedua orang tua Putri Petir selalu menganggap bahwa Putri Petir harus dijaga karena bagaimanapun ia adalah seorang putri. Mereka lupa bahwa Putri Petir kini sudah dewasa dan perlu penjelasan atas larangan-larangan tersebut.

Putri Petir terus tumbuh selayaknya putri lain. Sesekali ia melanggar apa yang orang tuanya perintahkan. Hingga suatu hari, larangan terbesar orang tuanya diabaikan. Larangan itu adalah untuk tidak tertarik terhadap raja yang tidak berasal dari Negeri Awan. Ia adalah Raja Karang yang beruntung untuk mendapat hati Putri Petir yang selama ini ia bekukan untuk siapapun. Raja Karang merupakan sahabat baik Putri Air di dasar laut sana, tanpa omong panjang Raja Karang menyampaikan salam kepada Putri Petir melalui Putri Air. Tidak lama, Raja Karang mampu menemui Putri Petir di Negeri di Dasar Laut.

Setelah itu, obrolan-obrolan singkat mereka terus disampaikan melalui Putri Air. Hal ini karena larangan orang tua Putri Petir untuk pergi ke Negeri di Dasar Laut. Sekian lama sikap Raja Karang berubah dan membuat Putri Petir gerah. Meski demikian, mereka tetap mampu melanjutkan kisahnya. Larangan orang tua Putri Petir bak tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan memaksa Putri Petir memikirkan keberlanjutan hubungan ia dengan Raja Karang. Putri Petir memikirkan seorang diri, tak pernah ingin ada seorang pun yang mengetahui masalahnya itu; termasuk Raja Karang. Sampai ia terus mendesak dirinya untuk mengambil keputusan cepat yang baginya tepat. Ia mengikuti perintah orang tuanya untuk tidak melanjutkan kisah hidupnya dengan Raja Karang hanya karena ia adalah seorang dari Negeri di Dasar Laut.

Tidak pernah ada tangis setelah meninggalkan Raja Karang. Dengan berbagai alasan selain hal tadi --larangan orang tua-- mampu membuat Putri Petir perlahan lupa akan Raja Karang. Terus menyibukkan dirinya di Negeri Awan menjadi jalan tunggal baginya. Ia nyaris membunuh jam tidurnya dari hari ke hari tiap minggunya, bahkan ia lupa untuk memberi tubuhnya nutrisi. Seharusnya sejak awal ia sadar bahwa tidak akan ada petir yang mampu menyambar karang. Pikirnya terus demikian. Hubungan keduanya tetap baik, sesekali Putri Petir tergoda untuk kembali tetapi menurutnya langkah yang ia ambil tidaklah salah sehingga ia urungkan kembali niatnya.

Sudahkah Putri Petir kembali baik setelah hari itu? Bukan tidak, tetapi belum. Tak hentinya ia ditegur oleh sahabatnya yang tidak sampai hati melihat dirinya terkekang dengan larangan-larangan orang tuanya serta kisahnya dengan Raja Karang yang kandas sebab jauhnya Negeri Awan dan Negeri di Dasar Laut. Sesungguhnya Putri Petir pandai bermain drama; ia mampu tertawa sepanjang siang di Negeri Awan dan menemani Putri Air turun ke bumi saat malam hari. Ia tidak menampakkan wajah sedih sedikitpun. Putri Petir selalu ingat kewajiban hidupnya untuk memancarkan cahaya dan menggemakan suara kepada bumi. Itulah hal yang menjadi prinsip Putri Petir hingga mampu bertahan sejauh ini.


"Takkan lagi ku sebodoh ini
Larut di dalam angan-angan tanpa tujuan"
- Tulus, Sewindu

***

Start boring with my blog posts, I'm just trying to express with a new method of writing. Bye!

Juli 03, 2015

Nasihat?

Gening : "Tp kita harus belajar... belajar untuk egois. Sesekali. Di saat2 hati lg rawan kepeleset."
Afu : "Dan aku gatau kapan harus egoisnya"
Gening : "Now."

Hmm ya. Ya. Ya.
Sesekali gue egois, termasuk untuk masalah ini.

"Lo ngapain? Mereka aja gakada yang minta maaf kan??" - Temen kuliah.
"Afu jangan bego-bego. Jangan polos-polos." - Temen SMA.

Ya.

"You try, you start ignoring. Like what.. hello?! It's non of ur business." - Temen SMP.

Ya.

Glad to have friends who always notice me for every steps I took. That kind of friends who ask me what I am feeling rite now. That kind of friends who scold at me when I do wrong. That's why I always surround myself in a friendship that I know it'll be longlast.




"Iya ih supaya gak kayak kemarin. Bukannya apa, tp krn aku care Fu sama kamu."
- Gening. 6 years (& still counting) bestfriend.

Juli 02, 2015

Birthday?

Turning 19 means next year I'll be 20.

Paansi fu.

Be-da. Tanggal 29 tahun ini di setiap bulannya terlalu banyak arti.
Iya, beda dari tahun sebelumnya. Gue jadi lebih cengeng? Mungkin ini pertama kalinya gue nangis sesenggukan sampe mata bengkak bukan karena terharu diamanahin usia baru. Gue nangis karena.. gue harus kehilangan nenek kesayangan di hari ulang tahun gue. Sesenggukan? Pasti. Banjir? Tentu. Sampe gue ga ngerti how to hold myself. Gue cerita ke temen gue sambil gemeteran, sambil ngucapin makasih, sambil nutup telephone temen gue, sambil temenin bokap gue, sambil dengerin bokap gue telephone nyokap gue, sambil.. ah banyak. Iya. Nenek kesayangan. Dari kecil; tiap gue ke rumahnya di Prambanan gue dibebasin ngapain aja, ngehabisin bawang goreng setoples yang baru jadi, ditemenin tidur, disiapin makanan favorit, disiapin semua keperluan gue waktu bokap kecelakaan, dimanja, dinasihatin, diingetin ibadah walau kita ga sama. Uti; yang punya kadar galak yang sama kayak gue, yang punya tanda lahir kayak gue, yang tingginya hampir sama kayak gue, yang selalu ngebelain gue tiap dimarahin nyokap, yang dibilang kembaran beda usia sama keluarga besar. Kangen kakung belum selesai, uti harus pergi. Gue masih nangis sampe post ini dibuat. Gue lemes kehilangan orang yang gue sayang pas ulang tahun gue sendiri. Gue masih terus tanya kenapa, kenapa pergi hari ini uti. Gue selalu cium uti sampe terakhir ketemu, yang terakhir engga karena uti udah didandanin dan disiapin sedangkan gue masih nangis-nangis, selama ketemu gue coba temenin dan layanin uti. Meski ga seberapa sama apa yang uti kasih.

Uti, Tika sayang uti. Sayang banget. Uti yang tenang di sana, akhirnya uti ketemu kakung lagi. Tuhan satu ko uti, meski kita beda.. uti selalu ada dalam doa Tika. Uti maaf ya kalau selalu Tika repotin, bahkan uti masih tunggu Tika dateng sebelum bener-bener pergi. Tika bakal kangen uti, bakal selalu inget uti. Sampai jumpa uti.

***

"be strong... you'll get the better onee" - Chat temen gue, sebut aja namanya Lia.

Gue kaget. Gue salah apa. Ha.
Karena semuanya, semua yang gue tau tentang lu; yang selalu gue simpan rapat-rapat akhirnya gue ceritain ke orang lain. Kehilangan rasa percaya bisa separah ini ternyata sampai gue ga tau mau ngomong apa. Kenapa ya semua tentang lu punya pemahaman sendiri buat gue dari awal. Intuisi gue selalu benar atas semua hal tentang lu. Kaget ga? Biasa aja. Lebih kaget dengan apa yang udah terjadi sama gue semalem. Ea. Hebatnya lagi, ga pernah ada air mata karena itu semua. Hebat ga? Biasa aja. Untung batu sama perasaan sendiri. Untung ga peka sama diri sendiri. Untung aja. Gue mau cerita, tapi bingung gimana jadi gantung gini. Yaudah lah ya. Kadonya manis buat gue (tapi boong). Ah tenang, selama ini gue biasa ditinggalkan. Sudah tau harus bersikap bagaimana.

***

"Pagi, berarti satu hari yang melelahkan terlampaui lagi. Pagi, berarti satu malam dengan mimpi-mimpi menyesakkan terlewati lagi; malam-malam panjang, gerakan tubuh resah, kerinduan, dan helaan napas tertahan."
- Sunset Bersama Rosie, Tere Liye

Juni 25, 2015

Self Reflection

Hallo! Udah lama ya gue ga ngepost. Mau review setahun ini gue ngapain aja. Banyak. Banyak banget malah.



Satu. Lulus SMA. Ya ampun ini jadi akar gimana gue berubah sampe kayak sekarang, I do sure. Masih sangat jelas di ingatan gue, gimana rasanya perpisahan pas H+1 pengumuman SNMPTN terus nama dan tempat gue kuliah disebut. Ada nyokap dan bokap di tempat duduk sana. Beuh. Feels like.. ya kaget ternyata gue udah 12 tahun terikat sama seragam sekolah and I officially graduated on that day.


Dua. Jadi mahasiswa. Masuk tahap baru dalam hidup, bukan siswa lagi. Gila. Yang biasanya gue tiap pagi disiapin susu sama nyokap terus izin dulu kalau mau berangkat sekarang ga gitu. Sedih ya. Gue kuliah lebih dulu dibanding temen-temen gue saat itu, tanggal 30 Juni gue masuk kelas sebagai mahasiswa dan yang gue dengerin bukan lagi guru; tapi dosen. Bukan rapot lagi yang gue terima tiap semester, tapi IP.

Tiga. Hidup di asrama. Ini sebab akibat sama nomer 2 sih. Gue masuk asrama H-3 ulang tahun gue ke 18. Sedih. Asli. Gue ga kebayang ya sama temen gue yang jauh sama ortunya, gue aja nangis pas awal-awal di asrama. Inget banget gue masuk asrama bentar langsung puasa, sahur sama roti tawar dan energen saking malesnya gue makan. Ya. Gue belajar nyuci baju sendiri; manual; pake tangan, tiap mau ke kamar mandi aja antri dulu. Belajar berbagi, ngenalin temen-temen gue yang daerah asalnya macem-macem. Seru sih asrama, sekarang gue lagi mikir kalo gue sakit siapa yang ngurusin; kalo gue capek siapa yang bantuin; kalo gue kesel siapa temen cerita gue sampe ketiduran; kalo gue sedih siapa yang paling duluan support gue lagi; kalo gue minta ajarin pelajaran ke siapa. Sesedih itu gue ninggalin asrama, meski gue gabut acara asrama dan sering kena jam malam.

Empat. Sekelas 105orang. Gila. Ini rekor sih ya, gue mungkin ga bakal sekelas lagi dengan orang sebanyak ini. Capek? Tentu. Buat nyatuin ide dan pendapat orang sebanyak ini tiap mau ada acara kelas bukan hal gampang. Bahkan pas awal kuliah gue nangis cuma karena ga sependapat sama temen gue sekelompok. Nangisnya ga di depan dia tapi. Tetep seneng sih gue punya temen lintas jurusan, jadi banyak temen buat ditanya-tanya.

Lima. Ikut UKM. Sebenernya ga baru untuk ikut kegiatan di luar aktivitas akademik. Tapi dengan gue ikut UKM pas kuliah bikin gue ngerti kalo kuliah itu ga cuma cari nilai dan ilmu pelajaran aja; mereka yang nyadarin kalo kuliah ga melulu tentang akademik tapi gimana bisa berperan buat orang banyak dan dapetin link buat cari kerja ntar. Rumah baru? Keluarga baru? Ya. Bisa dibilang gitu. Gue rela pulang malem cuma demi rapat yang sesungguhnya kuliah aja udah capek. Gue rela ga pulang ke rumah demi dateng ke suatu acara. Terlanjur diajarin banyak hal sama orang-orang ini bikin gue jadi betah. Baru setahun sih, tapi terlanjur sayang. Sekali lagi; karena mereka yang ga akan berubah sampe gue lulus nanti.

Enam. Hati. Hati baru. Gapenting sih tapi dibuang sayang. Meski udah ga lagi bareng, ditulis di blog mah ya gapapa. Akhirnya gue yang -kata temen-temen gue- jutek sama cowo meski mereka terus panggil gue cabe.. punya pacar. Meski sekarang ga. Gatau dari panggilan cabe, sampe php ada. Padahal bukan masalah gue ga ngasih harapan, tapi yang ngeharapin juga ga ada. Yea.

Tujuh. Cuba makin luas. Gue emang seneng cuba. Mengakui kan? Iya lah. Cuba gue bisa sama abang nasi padang sampe orang yang udah lulus, yang diomongin bisa dari kisah horror kampus sampe politik kampus. Serem ga? salam cuba.. cungur barokah.

Delapan. Kepanitiaan. Ga baru sih, tapi beda. Pernah ngalamin dalam sehari lu harus ikut di dua acara yang tempatnya jauh beda? Pernah ngalamin kecapean karena bolak-balik rapat di hari yang sama? Dalam satu tahun ini gue udah merasakan timeline gue di kamar sangat penuh dengan radept, radiv, ratek, rakor, RG, dan deadline. Yea. Buat kalian, yang bilang gue sok sibuk selama ini.. dan baru ngerasain sekarang gimana susah dan capeknya ngeconduct acara.... I wish you are still alive on the day after tomorrow. Tapi puasnya gabisa dibandingin abis itu. Tidur lima jam untuk tiga harinya.. paid off :)

Sembilan. Bisa pulang malem. Ya, sebelum kuliah gue pulang malem bisa dihitung pake jari. Sumpah ini sih. Terus pas kuliah gue tinggal di lingkungan kampus bisa lebih leluasa dari kemarin-kemarin. Bahkan hampir tiap hari gue pulang malem, atau pergi malem. Entah cuma beli makan atau rapat atau cuma ngobrol doang sampe jam malem. Tapi gue tau ko mana prioritas, dan gue cuma pake jam malem buat rapat yang super-duper-urgent dan memaksa gue di situ. Intinya sih bisa pulang malem.

Ini jadi self reflection mengingat bentar lagi gue pindah usia. Kalo gue liat lagi setahun ke belakang, banyak hal “pertama” yang gue lakuin. Ya, meski gue ga ngerasa ada yang berubah dari diri gue sih. Seneng? Nyesel? Semua yang baik-baik tentu bikin gue seneng, meski kadang gue terlena dengan euforia kehidupan kuliah sampe bikin gue.. sakit terus atau bahkan nilai gue yang naik-turun. Terlalu banyak ketemu orang yang berhasil nampar gue dengan caranya masing-masing.

Ada banyak orang yang berhasil narik gue ke tempat positif, dan ada orang yang harus gue relain untuk pergi karena.. ga bisa dipaksa lagi. Kangen? Iya lah pasti. Ga kode.

God never fail to cheer me up and make everything better than yesterday. Never.

Jatuh bangunnya gue selama satu tahun ini yang terhebat menurut gue. Gatau deh ya tahun depan gue bakal bersyukur dengan ini semua atau engga. Tapi yang pasti, gue ga pernah nyesel karena gue mencoba ini semua.

Dah ah. Foto-foto menyusul, males ngubrek-ngubreknya.

Selamat malam!



Juni 07, 2015

Hello, June

Hello June,

a month full of bliss
that I can't ask more
behind tears

a month full of tears
that I hide during months
with regrets inside

a month full of regrets
cause I did several things
before I lie to myself

a month full of lies
that make me fine
then scare me

a month full of scars
because we meet again



                     a.d.


***



"And God, tell us the reason youth is wasted on the young" - Lost Stars, Adam Levine


Mei 17, 2015

(4)

"And once the storm is over, you won't remember how you made it through, how you managed to survive. You won't even be sure, whether the storm is really over. But one thing is certain. When you came out of the storm, you won't be the same person who walked in. That's what this storm's all about." 

- Haruki Murakami

***

You won't be the same person who walked in.

Ini bukan titik jenuh sih, tapi penat. Iya. Sedang mencari tempat yang mampu membuat saya nyaman kembali. Sedang mencari waktu di mana saya kembali utuh. Tercecer dan (kembali) rapuh. Semacam kehilangan motivasi untuk merealisasi, kehilangan arah dan menjadi parah. Padahal ada sejumlah kepentingan orang lain yang saya bawa kali ini. Jikalau masanya kembali tentu ada yang harus diperbaiki serumit ini. Kali ini saya melampaui serius; berkontemplasi.

Maaf, telah hilang lalu datang
tidak menyelesaikan apa yang diwajibkan
menyanggupi tetapi pergi, dan;
tidak menjadi sendiri.
Kali itu.




April 29, 2015

(3)

Evaluasi
Evaluas
Evalua
Evalu
Eval
Eva
Ev
E
E
E
Ev
Evo
Evol
Evolu
Evolus
Evolusi

Setidaknya mampu bertahan sampai kondisi ini adalah rekor terbaik. He. Selesai sudah dua checklist besar bulan ini hahahahaha main dulu boleh? Tutup buku. Jangan lengah.

Anw, udah ga diprivate lagi yay.

April 19, 2015

(2)

"Ya lo gaperlu bandingin seberapa kecewa gue sama ini. Karena gue jauh lebih kecewa dibanding lo semua. Karena gue kecewa, makanya gue kerjain ini dengan lebih baik supaya sesuai dengan ekspetasi gue."

Seterlalu basi untuk mengeluh
Karena tahu terlewat perlu untuk menyelesaikan itu
Selama kata "sudah" belum terucap
Artinya tidak secepat kilat untuk berserah

***

Maaf ya, gue terlalu lemah dan jadi ngeluh sana-sini belakangan. Sorry for not being there, for not supporting, even helping at all. Maunya ngebelah badan sih ya, at least fisik gue jauh lebih kuat dari ini; hati juga sih hm. It's not kind of baper. Engga, tenang aja gue ga selemah itu juga ko buat nangisin hal-hal yang menurut gue sampah "If they aren't worth, why should I keep pretending these all?" Ya gitu. To boost the limit of myself, not complaining and pretending like those are fine; are so farrrrrr awayyyyy from me.

Pernah ngerasain ga sih hectic tapi ya gitu.. ga ngerti mau cerita ke mana selain ke Allah dan gatau gimana solusinya. Udah lah.

Well. kenapa blognya diprivate? Untuk sementara waktu gue perlu spasi, memeluk spasi dan merenda sepi. Halah. Lagi, gue terlalu lemah. Lagi pengen sendiri sampai saat ini, sampai post ini ada setidaknya. Seberapa perlu? I do need it, ya seperlu gue-yang-sampe-ga-bisa-ngomong. Udah ah, daah.

April 10, 2015

(1)

"Percayalah hati lebih dari ini pernah kita lalui, tak kan lagi kita harus jauh melangkah. Nikmatilah lara."

- Sementara, Float


Lalu, kamu mencari kekuatan?
Mencari dimana pijakan yang nyaman?
Memandang seberapa banyak langkah lagi?
Bagaimana kalau apa yang kamu cari tak kunjung hadir?

Sudah seharusnya menguatkan, tapi lemah
Berpendar tak terkira, ya?
Akan kamu pegang dimana janjinya?
Janji untuk tidak memaafkan diri sendiri

Karena yang pernah ada, tidak bertahan lama
Hilang, yang baru singgah akan berganti
Biar saja enyah dahulu






April 08, 2015

Hola!
Gue udah mencoba menahan diri buat ga kesini tadinya.... eh terus gabisa. Yaudah wong besok gada jadwal UTS ko hehehehe *tawa psikopat*. Gimana UTSnya? Mantab cyin. Selalu mantab dari jaman matrikulasi. Pake b, because mantap pake p looks like biasa aja. Really. Jadwal gue udah kosong tinggal satu interdept hari senin nanti dan ngerjain lalala yang ga berhubungan sama hal-hal akademik. Tab sebelah adalah omegle, gue cuma buka 2 tab. Saking gabutnya (sebenernya ga gitu tp w bawa slow æ) Selama belum H-1 maka belum menimbulkan semangat, kalo belum ada semangat otak gue buntu. Tapi hati ga buntu ko. Zampiz.

Jadi gue baru dibagiin jersey kelas buat TPB Cup; nomer punggung gue adalah 29. Ya, dua puluh sembilan. Ya, 29 adalah tanggal lahir gue dan header blog gue. Dan... udah beres. Abis itu gue caw ke rumah dan berhubung gue gatau mau ngapain akhirnya gue buka blog orang, orangnya ga gue kenal, blognya lucu jadi gue ngakak-ngakak sendiri, gue screencapture terus kasih ke temen gue. Sedih, postnya dia dikit jadi cepet beres bacanya. Gegara blog itu gue jadi buka primbon hahahahaha maafin yaAllah. Terus gue masukkin nama gue dan dia, terus gue baru inget gapunya dia. He, part ini bercanda ko :'] Pas buka primbon gue ngakak-ngakak lagi karena bener, udah kejadian sih jadi bukan ramalan kan? Gue screencapture lagi abis itu gue kirim ke temen-temen gue. YHA, Cacad emang. Mereka ngetawain gue sebenernya karena primbon itu adalah benar seutuhnya buat gue. Nyam. Moodbooster gue sesederhana buka primbon. Anaknya emang sederhana gini, ga macem-macem :']

Ngantuk. Lupa mau nulis apa pokoknya doain aja nilai UTS gue baik dan sesuai target hahaha bye!




April 06, 2015

To Dive Deeper

Hallo!
Lagi UTS and ya. Sorry for making all the laughs stopped suddenly.

"When sooner or later it's over..... and you can't fight the tears that ain't coming" Iris - Goo Goo Dolls

All the things that ruined during this week, passing all over and falling then; semakin membuat sadar kalau yang dipaksakan tidak sebaik itu dan tidak kunjung membaik. Lirik di atas sudah mewakili sih sebenernya. Maaf, terlalu jahat sampai akhirnya tega untuk mengucapkan itu semua dan ya... fellas! Selalu ada doa ko, buat kamu.

I never regret to have you at that time, having all of the night conversation with heavy eyes, talking about what we did and supporting each other. I never regret; thank you for being the one I was looking for at campus also become a moodbooster and the only one who can break it all. Even at the end you knew that I'm not that strong to wait for too long anymore and all of these shits need to be stopped. And we both know that we are not the aim of what we should go. Good luck ya! Dive deeper to find the pearl!


***

NB : Afu lagi ambyar. Seambyar dengerin lagu Sementara-Float pas hujan terus liriknya... ga pas sih sebenernya. Yaudah.

April 03, 2015

Resty, S. Psi. coret

X : "AAAAFU"
A : "Yeu, kangen?"
X : "Afu udah sembuh belum? Hari ini nginep ya?"
A : "Udah ko alhamdulillah hehehehe engga"
X : "Yah ko ga nginep? Asrama kan bentar lagi"
A : "Iya sih tapi..."

Selang beberapa menit ngafalin biologi.

X : "Afu udah sembuh belum? Hari ini nginep ya?"
A : "Udah ko alhamdulillah hehehehe engga"
X : "Yah ko ga nginep? Asrama kan bentar lagi"
A : "Iya sih tapi..."

Selang beberapa menit lagi.

X : "Afu udah sembuh belum? Hari ini nginep ya?"
A : "Udah ko alhamdulillah hehehehe engga"
X : "Yah ko ga nginep? Asrama kan bentar lagi"
A : "Iya sih tapi..."

Terus gitu. X itu temen sekamar gue di asrama, namanya Resty. Sweet ga? Kemarin gue ketemu Arin (temen sekamar gue juga) dan dia bilang Resty kangen gue. HAHA UCHUL. Selama ujian gini gue emang ga tinggal di asrama, lelah, tak bisa fokus belajar. Udah sks, terus ga fokus kan berabe. Kerjaan lain Resty kayak gini...

X : "Afu kenapa? Capek ya?"
A : "Nay, slow aja Res"
X : "Aku tau ko, meski kamu menutupi kan aku ngerti psikologi."

Lah.
Seneng kan punya temen sekamar gini? Termasuk kemarin, dia juga gituin gue.

X : "Fu, sebenernya belum sembuh ya?"
A : "Hehehehe"
X : "Aku tau ko, meski kamu menutupi kan aku ngerti psikologi."

Seandainya semua orang sepeka Resty. Yha.
Doain aja UTS kita sukses hmmmm 16 hari lagi bung.

Maret 31, 2015

Need some comas

"Gabisa gini terus."

Kalau hanya kamu yang ingin dimengerti, kalau hanya ego yang terus dibesarkan, kalau hanya kamu yang bisa memberi argumen. Terus hilang. It's not the end if you never feel like you're found. Sayangnya, saya yang mulai kehilangan itu. Dan. Dan kamu tidak berusaha menghidupkannya kembali. Kamu percaya saya dengan utuh semudah itu, tetapi saya terlanjur larut.

***

"Kamu kemana?"

Kalau bukan saya yang bertanya, hal ini tidak pernah terucap kan? Seringkali pudar bahkan hilang kalau tidak diingatkan. Sayangnya, saya tidak bisa diam selama itu. Saya tahu kalau ini selalu jadi hal yang paling bermasalah. Dengan semua sikap introvert kamu, dan extrovert saya; maka semakin sulit untuk memaksakan semua kondisinya. Bukannya semua nampak sia-sia nantinya? Bukannya kamu juga lelah -bahkan lebih lelah daripada saya. And the last, it's not about the person who let you go; it's all about the person who can stop you after all of the breakdowns.



Maret 28, 2015

Break a leg!

Akhirnya benteng yang telah dibuat runtuh jua
Entah siapa yang berani melawan egonya
Atau mungkinkah dirinya yang terlalu lemah
Dan, tak peduli seberapa jauh telah ditata
Tanpa sungkan merapikan dirinya kembali


HE-
HE-
HE.


Lagi perlu bersandar, istirahat sejenak mungkin? Ya gitu pokonya. Lagi kurang baik. Kalau ditanya kenapa meninggalkan secepat itu, karena it ain't worth to wait for too long. Gue terlalu takut untuk menerima, terlalu banyak yang harus gue singkirkan di pikiran semakin lama waktu yang diusahakan. Kalau ditanya lagi bukankah selama ini hal itu yang ditunggu, jawabnya iya. Masih. Sama. Kok. I don't know how to express well. Ya. Lagi perlu sendiri aja.


***


I will destroy you in beautiful possible ways, so when I leave; you will understand why storms are named after people

Februari 13, 2015

Semester Dua

Ya. Judulnya aja udah berat bgt.

Gue baru seminggu sih ngejalaninnya. Capek? Iya. Kalau dibandingin sama semester 1 yang super duper leha-leha, kuliah 3 hari, ga sampe jam 3. Pulang-makan-tidur siang. Surga. Semester ini gue full sampe Jumat, ditemani praktikum-praktikum cantik. Baru 3 hari gue di asrama, lalu tepar. Tepar. Jijik lah fragile amat gue. Ini penyakit homesick gitu loh, kaget sama kegiatan baru hahahaha iya tau ini menjijikan. 6 bulan lalu juga gue seminggu di asrama, abis itu sakit. Iyuh.

Apaya gue lagi seneng sama amanah yang ada di gue, jadi ya mau secapek apapun tetep ngerjain. Iya sih; lebay, tapi serius. Kayak ngerjain semua hal mepet deadline, revisi, revisi lagi, revisi terus, mainannya sama waktu, kejar-kejaran sama kemampuan diri sendiri, ketemu "rumah" yang gue pikir ga semudah ini "menempatinya". Seneng. Kalau lu tanya gue kenapa seneng, jawabannya karena gue tau yang ga bakal berubah sampe gue lulus nanti adalah tempat ini, yang gaperlu sesusah itu nempa fisik gue tapi berhasil ngerubah banyak pandangan gue. Dan satu hal yang gue suka; terbuka. Semudah mengkritik tapi tetap halus, memberi saran, nemenin diskusi, dan jadi tempat cerita dari yang terpenting sampe sampah-sampahnya, semua hal kali ya padahal belum ada setahun gue kenal mereka. Seneng.

Doain ya untuk kehidupan semester 2 gue. Hix.