November 02, 2014

Semencekam rasa rindu
Jikalau hadir masalah individu
Seberapa penting untuk dipandu
Seberat rasa letih
Yang terbesit sampai tertatih

Sekeras-kerasnya ia berusaha
Ada titik ia merapatkan nafas, menjaga asa
Sekuat baja ia menutupi hati
Ada hati lain yang disembunyikan suara sunyi
Meski semua ucap berakhir belaka
Ada malam hingga ia tak usai berdoa

***

Sampai akhirnya saya kembali menemukan diri saya. Dalam tumpukkan malam dan puisi-puisi lama. Dalam riuh pensil serta gambar-gambar fana.
Lagi apa? Lagi ricuh hatinya. Terlalu besar membawa hati, hingga lupa menempatkan diri akhir ini. Sudah sekian berat meninggalkannya, hingga akhirnya memilih kembali lagi. Dan, kini terombang-ambing.

***

Berdoalah.
Karena dalam sunyi malam, ia menjadi teman paling setia dalam diri.
Karena dalam kerasnya, ia tak pernah mengkhianati.


Kangen SMA