April 30, 2014

Jika memang benar Jogja itu istimewa, dari sini mestinya muncul generasi pemimpin berikutnya.

Jogja adalah saksi mata, jutaan sarjana yang diwisuda.

Pendidikan memang membuka banyak kesempatan, tapi pendidikan tak otomatis lahirkan kepemimpinan.

Pemimpin tak lahir karena ijazah, tapi oleh kerja keras dan kepedulian yang terus diasah.

Apa arti ijazah yang bertumpuk, jika kepedulian dan kepekaan tidak ikut dipupuk?

Apa gunanya sekolah tinggi-tinggi, jika hanya perkaya diri sendiri dan famili?

Bagaimana akan bersikap anti-korupsi, jika sejak muda hanya sibuk dengan urusan sendiri?

Tak ada yang tiba-tiba bagi calon pemimpin bangsa, kecakapan bukan salinan genetika.

Inspirasi datang dari hidup yang tahan uji, pemimpin muncul dari tempaan yang tiada henti.


Epilog Mata Najwa hari ini. Hmm.

Tidak ada komentar: